TELKOMSEL, INDOSAT, XL, DKK ADALAH PEMERAS KONSUMEN | ISI PULSA MURAH SEKALIGUS DAPET DUIT JUTAAN RUPIAH, TANPA PERLU KE COUNTER HP, MURAH!!!!!

Friday, 14 December 2007

TELKOMSEL, INDOSAT, XL, DKK ADALAH PEMERAS KONSUMEN

Telkomsel : Gratis 25 SMS
Indosat : Dengan voucher khusus IM3, SMS cuma Rp 100 ke sesama Indosat
XL : SMS cuma Rp 45 ke sesama XL
Three : Dengan voucher khusus Three, gratis SMS ke sesama Three selama 1 bulan.

Itulah beberapa fasilitas-fasilitas yang ditawarkan beberapa provider telekomunikasi di Indonesia. Bagi kebanyakan konsumen (termasuk Anda) fasilitas-fasilitas tersebut sangat menggiurkan. Namun, ternyata dibalik semua itu secara diam-diam kita telah menjadi sapi perahan bagi mereka. Judul di atas mungkin akan mengundang banyak kecaman terutama bagi mereka yang namanya ditulis dalam judul tersebut. Artikel ini tidak bermaksud untuk memojokan para provider yang telah banyak jasanya dalam pengembangan telekomunikasi di Indonesia. Artikel ini juga tidak bermaksud untuk menghujat atau memojokan suatu pihak. Namun, artikel ini bertujuan untuk mengajak terhadap semua pihak untuk lebih transparan dalam hal menjalankan bisnis, mengutamakan kesejahteraan bersama, dan mengajak untuk lebih meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan.
Kenapa dalam judul di atas penulis mencap mereka sebagai pemerasan konsumen??? Jawabannya dijelaskan point per point.

1. Point pertama, SMS lintas operator hanya Rp 75
Hasil penelitian BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) memaparkan saru pesan SMS lintas operator biaya produksinya hanya Rp 75. Lantas menjadi sebuah dilema yang menugsik kala SMS ini dengan enteng dijual dengan harga Rp 250-350 hanya karena operator menilai konsumen asyik-asyik aja dengan tarif tersebut. Anda juga merasakan begitu bukan? Inilah yang harus digarisbawahi, konsumen benar-benar dirugikan karena marginnya otomatis mencapai 400% di atas biaya produksi.
Menurut Heru Sutadi (pengamat telematika) besarnya biaya SMS lintas operator didapat dari perhitungan biaya interkoneksi Rp 38 dikali dua. Bahkan lebih jauh menurutnya biaya tersebut memiliki kemungkinan yang sangat terbuka untuk turun lagi.

2. Point kedua, SMS sesama operator Rp 0
Sebenarnya tarif SMS sesama operator adalah Rp 0 (gratis) karena pengiriman sesama operator murni menggukan jaringan pribadi, jadi biaya produksinya nyaris tidak ada. Ambil saja contoh biaya produksi Rp 38, maka dengan membebankan tarif Rp 150 saja operator sudah meraup keuntungan yang sangat besar mengingat jumlah pelanggan mencapai puluhan juta.

3. Point ketiga, bisnis yang wajar keuntungan operator berkisar pada 30-50%
"Tarif SMS yang dipasang operator sekarang kurang bijaksana, Seharusny dalam bisnis yang wajar keuntungan normal operator berkisar pada 30-50%. Konyolnya, hingga sekarang operator-operator besar seperti Telkomsel, Indosat, dan XL enggan menurunkan tarif SMS nya. Andaikata terjadi penurunan, tetapi itu baru terjadi setelah bertahun-tahun lamanya. Bisa jadi penurunan SMS tersebut bukan kebijakan murni utnuk memuaskan pelanggan, tetapi karena merasa terusik jurus-jurus para pesaing mereka dan beberapa operator baru.

4. Point keempat, operator enggan buka mulut mengenai SMS
Operator besar yang di konfirmasi pulsa mengenai tarif SMS ini enggan buka mulut. Hal ini semakin memperkuat tuduhan bahwa mereka tak mau transparan karena telah merugikan konsumen.

4 point di atas adalah sebagian kecil saja yang diungkap disini. Kemungkinan fakta-fakta lain yang lebih rasional bisa terungkap. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk bisa lebih melek teknology, tidak hanya berperan sebagai konsumen yang hanya menikmati, tapi ikut juga memantau sehat tidaknya interaksi yang terjadi. Jangan terlalu lama terlena dan terbuai dengan failitas-fasilitas yang ada, kita harus mengedukasi diri kita sendiri. Apalagi sekarang ada undang-undang perlindungan konsumen, kita mempunya hak untuk mendapat keadilan.

Selanjutnya, jika memang tidak ada hal yang disembunyikan kenapa harus menutup-nutupi wahai operator? Kemajuan telekomunikasi lebih penting dari keuntungan yang Anda akan peroleh, terbukalah!!! Jadikan semuanya transparan dan jelas demi kemajuan bersama, kemajuan telekomunikasi di Indonesia.

(Ditulis dengan bahasa sendiri dari Majalah Pulsa Edisi 119 Th V / 2007 / 22 November - 5 Desember 2007 Halaman 40)

0 comments:

Related Articles/Artikel Yang Berhubungan



Widget by Hoctro